setiap masa memiliki waktu untuk menukilkan cerita mengenai cinta dan percintaannya sendiri-sendiri. sesegar kopi di malam yang dingin, secerah asa di tiap hembusan asap rokok. mereka hadir sesuai dengan kebutuhan masing-masing. sikap dan perilaku yang kontan ditunjukkan sang pemegang kuasa. dan sejatinya bukan karena pengalaman, hanya dilakukan berulang-ulang.
 |
(image from being40plus[dot]com) |
dan memang, tidak ada yang abadi. (apakah memang hanya kepentingan ?) lebih suka saya menyebutkan dengan kekuasaan. ya, sang pemegang kuasa lah yang memiliki kepentingan itu. kekasih yang gagah atau yang ayu, menyiratkan betapa penuh kuasanya atas diri kekasihnya itu. menyintai sepenuh jiwa mendeskripsikan pada kita, betapa bangganya ia. menegaskan kepada khalayak ramai betapa tak seorang pun yang dapat menggoyang kekuasaannya itu.
mencintai hanya sang pemilik cinta, memproklamirkan diri dengan segenap kekuasaan atas dirinya, maaf kami memiliki kelebihan atas diri kamu sekalian.
sebagai manifestasi dari sang pemilik kuasa, terkadang sikap manusia melebihi sang empunya kuasa. strategi mumpung, masih memiliki secuil kuasa tak ayal digunakan untuk segala hal. kuasa cinta yang sepenuhnya untuk sang empunya kuasa pun, tak ketinggalan kena imbas yang berlebihan. mencintai dengan seadanya, dan dengan seadanya itupula menyeka air mata. mencintai sekenanya, dan sekenanya saja melupakan cintanya. cinta menuju kesempurnaan, sempurna dulu baru mencinta yang maha sempurna.
0 comments:
Post a Comment