Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

orang-orang kota

Written By Z's on Monday, October 29, 2012 | 10:26 AM

tetesan bulir-bulir air hujan masih menggantung di sudut-sudut atap rumah. menempel pada tiang-tiang pagar dan lampu-lampu jalan.memberi isyarat tak kentara akan gemuruh yang telah berlalu.memberi pertanda akan dinginnya malam dan memaksa orang-orang kota untuk tetap siap siaga. genangan air di sana-sini menyisakan sungut-sungut di wajah-wajah yang tak sabar.beberapa diantara mereka tetap menggerutu. segera beranjak dari kerumunan yang sama lelaki itu berdiri mematung. berdesakan agak membungkuk di depan ruko-ruko sewaktu hujan tadi, membuat beberapa ototnya sedikit kebas. ia meregangkan bahu dan lengannya. mencoba melangkah maju sedikit dari bahu jalan demi mendapatkan refleksi tubuhnya sendiri pada salah satu jendela tinggi dari toko pakaian di seberang jalan. ia nampak puas. seorang pengendara sepeda motor yang nampak terburu-buru melewatinya. seketika genangan air hujan yang tersisa di jalan berpindah dengan cepat ke bagian bawah celana kain hitamnya yang bersih.sisa air hujan yang merembes itu meninggalkan noda berwarna agak kecoklatan.makian keluar spontan berbanding lurus dengan jarak sepeda motor yang semakin jauh.ia segera mundur. kembali berada di depan ruko.hanya beberapa langkah dari tempatnya berteduh tadi.sedikit menenangkan perasaan, ia mulai merokok.

(imeage from mirror[dot]co[dot]uk)
"ia, pak. saya tahu itu.dan ini sudah lewat tiga hari.semestinya 'kan kemarin lusa," seseorang yang baru saja keluar dari kedai cukur rambut berbicara melalui telepon genggamnya.ia berdiri di depan pintu.si penelepon tak sadar gerakannya sedang diamati seseorang.gerakan kesal tak kentara tak sadar ia tunjukkan.si penelepon tadi segera berpaling padanya dan berbicara dengan agak pelan.seakan berbisik, ia menjauhi pintu masuk.ia mengintip sedikit melaui kaca pintu depan.rupanya, kedai cukur tersebut agak ramai, nampak masih ada beberapa pelanggan yang menunggu giliran mereka.di belakangnya, si penelepon tadi berjalan pelan menjauh. si penelepon nampaknya masih berbicara dengan kawan bicaranya diseberang.

"hm, kebiasaan di negeri ini," ujarnya membatin. masih mengulur waktu.tak tepat janji.bila urusan kerjasama telah rampung, bagian yang sangat sulit dilaksanakan adalah hal tersebut.menunaikan janji yang tersisa.pun karena perbedaan cara pandang.sebagian menganggap lebih hebat dari sebagian yang lain.beberapa diantara mereka memandang sejelas siang.dan beberapa diantara mereka hanya melihat saja.tak memperhatika.golongan ini ternyata yang paling dominan.di tiap-tiap sudut negeri.kaum urban jangan ditanya.orang-orang hijrah tak setengah-setengah. mereka pindah dari desa ke kota, fisik dan raganya.lahir dan batinnya.maka dimulailah perekayasaan desa.

ia berkenalan dengannya melalui sebuah situs jejaring sosial yang sedang naik daun.ia seperti orang-orang desa pada umumnya.bersikap terlalu penasaran.sering sekali tetangganya yang baru kembali dari kota membicarakan hal tersebut.keunikan program dan kecanggihan teknologi orang-orang kota. orang-orang kota dapat berbincang-bincang dengan sesama mereka tanpa batas.jarak, kata tetangganya itu, tidak lagi menjadi hambatan.bukan hanya mendengar suaranya.sekarang, mereka dapat saling bertatap muka.orang-orang kota tak perlu lagi ke kantor pos untuk mengirim surat atau menerima surat.orang-orang kota bahkan tak perlu berada di bank untuk mengambil uang mereka atau mengirim uang mereka.semua, kata tetangganya itu, sudah terkoneksi.sistem yang terjalin.komputerisasi segala bidang kehidupan, kata tetangganya itu, merupakan ciri-ciri orang maju.dan bila ingin maju, kata tetangganya lagi, orang-orang desa mau tak mau, siap tak siap, mesti mencontoh kebiasaan orang-orang kota itu.

dan ia masih mematung di depan ruko.di sebelah kedai cukur yang sekarang nampak sepi.sesekali melirik jam tangan yang dikenakannya.menunggu telepon genggam pinjaman tetangganya itu berbunyi.beberapa sisa puntung rokok tersebar di sekitar kakinya.orang-orang yang lalu lalang di depan ruko mulai melihatnya dengan mata awas.ia kini dihinggapi perasaan tak senang.ia kembali membakar puntung rokok yang kesekian kalinya.sambil melipat tangan di dadanya, ia bersikap bertahan.

tak lama kemudian, telepon genggam pinjaman tetangganya berbunyi.tak lama, hanya tiga kali deringan.segera merogoh kantung kemejanya.ia mulai memperhatikan telepon genggam itu.
"NEW MESSAGE" klik
"from MAYA" klik.
"VIEW" klik.
"g dmna?maav mas udh nggu lama.
'pi kekx hr ni aQ'
x smpat ktemu mas.soalx'
msh ada krja2nQ'
d kntr.'lo bsok, gmn mas ?" klik.
"OPTIONS" klik.
"REPLY"
"FORWARD"
"CALL"
"DETAILS"
"DELETE"
"INFORMATION"
"BACK" klik.
ia membacanya dengan seksama.memperhatikan langit yang nampaknya mulai cerah.ia segera mengambil keputusan.

ia berdiri saling berhimpit di dalam kereta ekonomi.ia kembali ke desanya.dibacanya lagi pesan yang tertera pada telepon genggam pinjaman tetangganya itu.
"INBOX" klik.
"MAYA" klik.
"VIEW" klik.
"g dmna?maav mas udh nggu lama.
'pi kekx hr ni aQ'
x smpat ktemu mas.soalx'
msh ada krja2nQ'
d kntr.'lo bsok, gmn mas ?" klik
"OPTIONS" klik.

"REPLY"
"FORWARD"
"CALL"
"DETAILS"
"DELETE" klik.
"BACK" klik.
"TURN OFF PHONE".
klik.klik.

0 comments:

Post a Comment